Penyebab Difteri dan Pencegahannya yang Benar

Difteri pada jamannya hingga kini termasuk penyakit yang sangat ditakuti. Sehingga sebenarnya munculnya vaksin untuk mencegah difteri bisa menjadi penolong untuk mengurangi angka penderita difteri. Munculnya penyakit difteri sama sekali tidak memandang usia dan juga kondisi tubuh. Jika kondisi kesehatan sedang sangat menurun, maka penyakit ini mudah menjangkiti.

Mengenali penyebab difteri dan pencegahannya dapat membantu banyak orang terhindari dari difteri yang cukup berbahaya dan mematikan. Pada era vaksin atau imunisasi masih sangat jarang, jumlah penderita difteri di seluruh dunia sangat tinggi. Tidak terkecuali di Indonesia. Kesadaran untuk menggunakan vaksin yang masih sangat rendah pada masanya membuat jumlah penderita difteri di indonesia sangat tinggi.

Penyebab Difteri

Difteri yang disebabkan oleh infeksi bakteri memang memunculkan gejala penyakit yang hampir mirip dengan flu biasa. Sehingga jika tidak ditangai dengan baik, difteri akan menyebabkan kematian. Difteri akan muncul juga disertai dengan batuk dan pilek. Sehingga jika tidak jeli, orang akan mengira bahwa itu hanya penyakit flu biasa. Pada fase yang masih sangat awal gejalanya memang tidak berbeda dengan flu.

Sehingga perlu identifikasi yang lebih mendalam untuk mengetahui penyakit yang sebenarnya. Bakteri ini akan menyamarkan penyebaran racunnya melalui tanda-tanda umum yang membuat orang tidak mudah mengenalinya sebagai difteri dan lebih mudah menganggapnya remeh saja.

Pada fase yang lebih berat, difteri akan menampakkan gejala berupa pasien yang berbicara dengan tidak terkendali. Selain bicara yang mulai aneh, penglihatan dari penderita difteri juga akan mengalami perubahan yang signifikant. Hal ini disebabkan oleh racun bakteri difteri ini sudah menyebar pada pusat syaraf yang mempengaruhi koordinasi penglihatan dan juga koordinasi syaraf bicara. Inilah yang membuat penyakit ini sangat berbahaya.

Munculnya perasaan tidak nyaman juga menjadi fase awal bahwa pasien terjangkiti penyakit difteri. Adanya perasaan aneh pada penderita ini muncul karena memang racun bakterinya sudah menyebar luar hingga ke organ tubuh yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Bahkan jika tidak diwaspadai, akan menyebabkan seseorang kehilangan nyawanya karena sudah tidak dapat ditolong lagi.

Penyebaran difteri sebenarnya tergolong cepat dan mudah. Bakteri ini akan menyebar melalui partikel udara dan juga melalui kontak langsung dengan penderita difteri. Orang-orang yang sudah terinfeksi dengan bakteri penyebab penyakit difteri akan mudah menularkan pada orang lain. Patut diwaspadai jika memang ada orang yang terkena difteri sebaiknya menghindar dari kontak langsung. Penyebarannya akan lebih mudah ketika berada pada area umum.

Terutama ketika pasien bersin maupun batuk. Jadi ketika melalui batuk dan bersin, bakteri akan mudah merajalela kemana-mana untuk menginfeksi orang yang tidak pernah diberikan vaksin difteri. Apabila di lingkungan sekitar memang ada yang sudah positif terkena difteri memang ada baiknya anda sebagai langkah pencegahan diharapkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan langkah vaksinasi untuk membentengi diri dari bakteri yang menyebabkan difteri.

Penularan selain melalui udara juga bisa melalui kontak langsung dengan pasien. Seperti kontak pada gelas atau bekas makan pasien. Bakteri yang ikut menempel pada perlengkapan makan tersebut akan menempel pada tubuh orang lain yang tidak memiliki sistem kekebalan khusus untuk menangkal penyakit difteri.

Selain itu ketika penderita mengalami bersin dan orang lain memegang tisu bekas bersin orang tersebut, maka bakteri juga dengan mudahnya menempel dan menginfeksi orang yang sehat dan menyebabkan tertularnya difteri.

Tidak jarang pada kawasan yang memang memiliki kesadaran yang rendah akan kesehatan serta kebersihan, penyakit difteri ini bisa menjadi wabah penyakit yang berbahaya. Mudahnya penyebaran dan proses penularan penyakit difteri inilah yang memunculkan wabah penyakit difteri di masyarakat yang belum memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan.

Seringnya menjadi wabah yang berbahaya dan juga harus dihindari oleh banyak orang. Ketika suatu kawasan dengan tingkat kesadaran akan tindakan vaksinasi difteri rendah, tidak heran jika wabah difteri dengan mudah dan cepat menyebar hingga ke semua orang yang kurang memiliki perlindungan terhadap penyakit difteri.

Sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit yang rendah memicu munculnya dan mudahnya terjangkiti penyakit difteri. Tidak heran jika orang yang sedang kurang sehat badannya, ketika mengalami kontak langsung seperti pada luka penderita difteri akan mudah terinfeksi bakteri yang menyebabkan difteri. Oleh karenanya meningkatkan sistem imun tubuh sangat penting untuk membentengi diri dari infeksi berbagai penyakit seperti difteri.

Caranya adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi tinggi, serta konsumsi susu friso yang membantu peningkatan sistem imun tubuh agar lebih tahan terhadap serangan bakteri. Apabila tubuh sudah memiliki asupan gizi bagus dan sistem imun yang terjaga baik serta tidak lupa melakukan vaksinasi, maka penyakit difteri tidak akan menginfeksi tubuh anda. sehingga peningkatan kesadaran akan vaksin difteri harus terus ditingkatkan guna menekan resiko penyakit.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel